Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Saturday, February 5, 2022

Ayat-ayat Mengalirkan Karakter


 Mengalirkan Karakter Berkarya dan Pengabdian

1.    Berkarya

وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". Qs. At taubah : 105

2.    Pengabdian

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّى وَضَعْتُهَآ أُنثَىٰ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ ٱلذَّكَرُ كَٱلْأُنثَىٰ ۖ وَإِنِّى سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّىٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

(Ingatlah), ketika istri Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat (di Baitulmakdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".Qs Ali Imran : 36


dikutip dari kitab mengalirkan karakter

Thursday, February 3, 2022

Hadits-hadits Mengalirkan Karakter(1)



Mengalirkan Karakter Santun


Sunan Darimi 575: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ahmad telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah dari Zaid dari 'Atha` ia berkata:

مَا أَوَى شَيْءٌ إِلَى شَيْءٍ أَزْيَنَ مِنْ حِلْمٍ إِلَى عِلْمٍ

 "Tidak ada suatu hal yang jika bertemu lebih indah daripada jika sifat santun bertemu ilmu."

Musnad Ahmad 12579: Abdulloh berkata: aku mendapatkan dalam kitab bapakku dengan tulisan tangannya, telah bercerita kepada kami Zaid Bin Al-Hubab berkata: telah mengabarkan kepada ku Amru Bin Hamzah telah bercerita kepada kami Khalaf Abu Rabi' imam masjid Said Bin Abu 'Arubah, telah bercerita kepada kami Anas bin Malik berkata:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ هَذَا الدِّينَ مَتِينٌ فَأَوْغِلُوا فِيهِ بِرِفْقٍ

Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya agama ini kokoh, maka masukilah dengan kesantunan."


Sunan Darimi 577: Telah mengabarkan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman telah menceritakan kepda kami Zam'ah bin Shalih dari Salamah bin Wahram dari Thawus ia berkata: 'Ilmu tidak dibawa seperti tempayan kesantunan."

Sunan Abu Daud 4548: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isa bin Ath Thabba' berkata: telah menceritakan kepada kami Mathar bin 'Abdurrahman Al A'naq berkata: telah menceritakan kepadaku Ummu Aban bintil Wazi' bin Zari' dari kakeknya Zari' saat itu ia sedang bersama rombongan utusan Abdu Qais, ia berkata:

لَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ فَجَعَلْنَا نَتَبَادَرُ مِنْ رَوَاحِلِنَا فَنُقَبِّلُ يَدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِجْلَهُ قَالَ وَانْتَظَرَ الْمُنْذِرُ الْأَشَجُّ حَتَّى أَتَى عَيْبَتَهُ فَلَبِسَ ثَوْبَيْهِ ثُمَّ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ إِنَّ فِيكَ خَلَّتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمُ وَالْأَنَاةُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَا أَتَخَلَّقُ بِهِمَا أَمْ اللَّهُ جَبَلَنِي عَلَيْهِمَا قَالَ بَلْ اللَّهُ جَبَلَكَ عَلَيْهِمَا قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَبَلَنِي عَلَى خَلَّتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ

Ketika kami tiba di Madinah, kami saling berlomba memacu kendaraan kami, lalu kami mencium tangan dan kaki beliau." Ia (perawi) berkata: "Sedangkan Al Mundzir Al Asyaj masih menunggu hingga tempat pakaiannya tiba, lalu ia kenakan pakaiannya tersebut. Setelah itu ia datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau lantas bersabda kepada Al Mundzir: "Sesungguhnya engkau mempunyai dua tabiat yang disukai oleh Allah dan rasul-Nya: santun dan sabar." Al Mundir bertanya: "Wahai Rasulullah, memang aku berakhlaq demikian atau Allah yang memberikan itu kepadaku?" beliau menjawab: "Allah yang memberikan itu kepadamu." Al Mundzir berkata: "Segala puji milik Allah yang telah memberiku dua tabiat yang disukai oleh Allah dan rasul-Nya."

Sunan Ibnu Majah 4178: Telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq Al Harawi telah menceritakan kepada kami Al 'Abbas bin Al Fadl Al Anshari telah menceritakan kepada kami Qurrah bin Khalid telah menceritakan kepada kami Abu Jamrah dari Ibnu Abbas,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْأَشَجِّ الْعَصَرِيِّ إِنَّ فِيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمَ وَالْحَيَاءَ

bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Al Asyaj Al 'Ashri: "Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sikap yang dicintai oleh Allah: sifat santun dan malu."

Musnad Ahmad 12300: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah bercerita kepadaku Syu'bah dari Tsabit berkata: saya mendengar Anas bin Malik berkata: tatkala Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam melakukan sebuah perjalanan dan seorang pemandu memandu isteri-isterinya dengan agak cepat, tiba-tiba Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam tertawa dan bisa menyusul isteri-isterinya itu. (Anas bin Malik) berkata: Lalu (Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam) bersabda, "Wahai Anjasyah! Hei, santunlah terhadap qowarir.


dikutip dari kitab mengalirkan karakter

Saturday, April 25, 2020

Hadits-hadits seputar tauhid dan syahadat

Tahlil pintu surga

عَنْ عُثْمَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Dari Utsman dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa meningggal sedangkan dia mengetahui bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, niscaya dia masuk surga." Hadits Shahih Muslim No. 38



Ajakan untuk bersyahadat

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ مُعَاذًا قَالَ بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ فِي فُقَرَائِهِمْ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

dari Ibnu Abbas, bahwa Mu'adz berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutusku. Beliau bersabda: "Sesungguhnya kamu akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab, maka ajaklah mereka kepada persaksian bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, dan bahwa aku adalah utusan Allah. Jika mereka mentaatimu untuk hal tersebut, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu pada setiap siang dan malam. Jika mereka mentaatimu untuk hal tersebut maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka sedekah yang diambil dari orang kaya mereka lalu dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka. Jika mereka mentaatimu untuk hal tersebut maka kamu jauhilah harta mulia mereka. Takutlah kamu terhadap doa orang yang terzhalimi, karena tidak ada penghalang antara dia dan Allah'." Hadits Shahih Muslim No. 27

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا بَعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ قَالَ إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ أَهْلِ كِتَابٍ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ عِبَادَةُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَإِذَا عَرَفُوا اللَّهَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ فَإِذَا فَعَلُوا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ زَكَاةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ فَإِذَا أَطَاعُوا بِهَا فَخُذْ مِنْهُمْ وَتَوَقَّ كَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ
Ibnu Abbas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika mengutus Mu'adz ke Yaman, beliau bersabda: "Sesungguhnya kamu menghadapi suatu kaum Ahli Kitab, maka hendakah pertama kali yang kalian dakwahkan kepada mereka adalah penyembahan kepada Allah azza wa jalla, apabila mereka mengenal Allah, maka beritahukanlah bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu pada siang dan malam mereka, apabila mereka melakukannya maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan zakat atas mereka yang diambil dari orang kaya mereka lalu dibagikan kepada orang fakir mereka. Jika mereka menaatimu dengan hal tersebut, maka ambillah zakat dari mereka dan takutlah dari harta mulia mereka." Hadits Shahih Muslim No. 28




Rosululloh SAW membai'at atas Iman kepada Alloh SWT dan Syahadat
ketika fathul Makkah

الْأَسْوَدَ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَايِعُ النَّاسَ يَوْمَ الْفَتْحِ قَالَ جَلَسَ عِنْدَ قَرْنِ مَسْقَلَةَ فَبَايَعَ النَّاسَ عَلَى الْإِسْلَامِ وَالشَّهَادَةِ قَالَ قُلْتُ وَمَا الشَّهَادَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْأَسْوَدِ بْنِ خَلَفٍ أَنَّهُ بَايَعَهُمْ عَلَى الْإِيمَانِ بِاللَّهِ وَشَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Al Aswad] melihat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam membaiat manusia pada hari Penaklukan Makkah. Dia berkata; (Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam) duduk di Qarn Masqalah, beliau membaiat orang-orang atas Islam dan syahadat. (Ibnu Juraij Radliyallahu'anhu) berkata; saya bertanya, apa itu syahadah? (Abdullah bin 'Utsman bin Khutsaim Radliyallahu'anhu) berkata; Muhammad bin Al Aswad bin Khalaf mengabariku (Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam) membaiat mereka atas Iman kepada Allah dan syahadat LAA ILAAHA ILLA ALLAH WA ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WA RASULUH Shallallahu'alaihiwasallam. Musnad Ahmad 14884


أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ خَالِدٍ أَخْبَرَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ الْحَجَّاجِ عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ خُذُوا الْعِلْمَ قَبْلَ أَنْ يَذْهَبَ قَالُوا وَكَيْفَ يَذْهَبُ الْعِلْمُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ وَفِينَا كِتَابُ اللَّهِ قَالَ فَغَضِبَ لَا يُغْضِبُهُ اللَّهُ ثُمَّ قَالَ ثَكِلَتْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ أَوَلَمْ تَكُنِ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمْ شَيْئًا إِنَّ ذَهَابَ الْعِلْمِ أَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ إِنَّ ذَهَابَ الْعِلْمِ أَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ
Telah mengabarkan kepada kami [Musa bin Khalid] telah mengabarkan kepada kami [Mu'tamir bin Sulaiman] dari [Al Hajjaj] dari ['Auf bin Malik] dari [Al Qasim Abu Abdur Rahman] -bekas budak Abdur Rahman bin Yazid-, dari [Abu Umamah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Ambilah ilmu sebelum ia hilang', mereka bertanya: 'Bagaimana ilmu bisa hilang wahai Nabi Allah, sedang Al Qur`an masih berada bersama kami? ', perawi berkata: 'lalu beliau marah', seraya berkata: 'TSAKILATKUM UMMAHATUKUM, Bukankah Taurat dan Injil ada bersama Bani Isra`il tetapi keduanya tidak memberikan manfaat bagi mereka? ', sesungguhnya hilangnya ilmu itu dengan wafatnya para pemegangnya, sesungguhnya hilangnya ilmu itu dengan wafatnya para pemegangnya' ".Hadits Sunan Ad Darimi No. 242



Bukti keislaman adalah menerima dan mengamalkan


أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا بَقِيَّةُ حَدَّثَنِي صَفْوَانُ بْنُ رُسْتُمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَيْسَرَةَ عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ قَالَ تَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبِنَاءِ فِي زَمَنِ عُمَرَ فَقَالَ عُمَرُ يَا مَعْشَرَ الْعُرَيْبِ الْأَرْضَ الْأَرْضَ إِنَّهُ لَا إِسْلَامَ إِلَّا بِجَمَاعَةٍ وَلَا جَمَاعَةَ إِلَّا بِإِمَارَةٍ وَلَا إِمَارَةَ إِلَّا بِطَاعَةٍ فَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى الْفِقْهِ كَانَ حَيَاةً لَهُ وَلَهُمْ وَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى غَيْرِ فِقْهٍ كَانَ هَلَاكًا لَهُ وَلَهُمْ
Telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Baqiyyah] telah menceritajkan kepadaku [Shafwan bin Rustum] dari [Abdur Rahman bin Maisarah] dari [Tamim Ad Dari] radliallahu 'anhu ia berkata: "Orang-orang berlomba-lomba mempertinggi bangunan pada zaman Umar, lalu [Umar] berkata: 'Wahai masyarakat Arab ingatlah, ingatlah, sesungguhnya tidak ada Islam kecuali dengan berjama'ah, dan tidak ada jama'ah kecuali dengan adanya kepemimpinan, dan tidak ada (gunanya) kepemimpinan kecuali dengan ketaatan. Barangsiapa yang dihormati kaumnya karena ilmu, hal demikian membawa kebaikan untuk kehidupan dirinya dan masyarakatnya, dan barangsiapa yang dihormati oleh kaumnya bukan karena ilmu, maka ia hancur (begitu juga dengan) kaumnya' ".Hadits Sunan Ad Darimi  No. 253



Tuesday, February 25, 2020

Pelajaran 6; AL-QUR'AN Mata Pelajaran Tahsin kelas VI

PELAJARAN 6

AL-QUR’AN
Pengertian al-Qur’an
Al-Qur’an secara bahasa berarti bacaan, al-Qur’an secara istilah berarti kalam Alloh SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari (23 tahun) melalui perantara malaikat Jibril dan membacanya adalah Ibadah.
Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi SAW ketika nabi Muhammad SAW sedang bertahannuts/ berdiam diri di gua Hiro - Makkah. Adapun ayat yang pertama kali diterima oleh Nabi Muhammad SAW adalah surat al-‘Alaq ayat 1-5 yang berbunyi:
  
1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
[1589] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
Al-Qur’an yang terakhir kali diturunkan kepada Nabi SAW ketika nabi Muhammad SAW sedang melaksanakan haji wada’/haji perpisahan di padang Arofah, adapun ayat yang terakhir diterima oleh Nabi Muhammad SAW adalah surat al-Maidah ayat3 yang berbunyi:
   
3. diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini[397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) dienmu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu dienmu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi dien bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[394] Ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam ayat 145.
[395] Maksudnya Ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati.
[396] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.
[397] Yang dimaksud dengan hari Ialah: masa, Yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.
[398] Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika terpaksa.


Al-Qur’an terdiri dari 6236 ayat, 554 ruku’, 114 surat dan 30 juz.





At-tamriin
1.      Apa arti al-Qur’an secara bahasa?
2.  Apa nama surat dan ayat al-Qur’an yang pertama kali diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW?
3.  Apa nama surat dan ayat al-Qur’an yang terakhir kali diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW?
4.       Apa nama-nama hewan yang dijadikan nama surat dalam al-Qur’an?
5.       Siapa nama-nama Nabi yang dijadikan nama surat dalam al-Qur’an?

Thursday, February 6, 2020

Hijrah ke Thaif bersama Zaid bin Haritsah

Kisah Rasulullah Berlindung di Kebun Anggur Reporter : Ahmad Baiquni Rabu, 6 Desember 2017 07:01 Tubuh Rasulullah penuh luka akibat dilempar batu. Dream - Di masa-masa awal menyebarkan Islam, Rasulullah Muhammad SAW kerap mendapat ancaman kekerasan hingga pembunuhan. Bersama para Sahabat yang jumlahnya masih sedikit, Rasulullah pun berusaha mencari perlindungan. Upaya itu dijalankan Rasulullah kepada tiga saudaranya di kota Thaif. Bersama Zaid bin Haritsah, Rasulullah pergi dari Mekah ke Thaif untuk mengajak ketiga saudaranya agar mau memeluk Islam dan melindungi Rasulullah. Ajakan itu ditolak oleh ketiga saudara Rasulullah. Bahkan, ada salah satu dari mereka mengancam akan merobek kiswah Kabah kalau memang benar Allah mengangkat Muhammad sebagai Nabi. Mendengar jawaban itu, Rasulullah memutuskan segera kembali ke Mekah. Sayangnya, penduduk Thaif tidak rela melepaskan Rasulullah. Mereka sampai memerintahkan anak-anak miskin untuk mengejar Rasulullah dan melempari dengan batu. Zaid pun segera melindungi tubuh mulia Rasulullah yang penuh luka. Beberapa saat kemudian, Rasulullah dan Zaid berlindung dan beristirahat di sebuah kebun aggur milik kakak beradik Utbah dan Syaibah. Dalam keadaan yang sulit, Rasulullah terus berdoa, " Tuhan, jangan tinggalkan aku dalam keadaan keingkaran." Sang pemilik kebun merasa iba pada Rasulullah. Mereka mengutus budaknya bernama Addas untuk memberi setangkai anggur kepada Rasulullah. Rasulullah menerima pemberian itu dan memakannya, sembari mengucap kata 'Allah'. Addas yang beragama Nasrani heran dan terus memandangi wajah Rasulullah. Dalam hatinya, Addas mengatakan selama ini tidak pernah ada orang yang menyebut kalimat itu. Melihat Addas yang keheranan, Rasulullah bertanya dari mana asal budak itu dan apa agama yang dia anut. Addas menjawab dia berasal dari Nineveh, Irak, dan pemeluk Nasrani. " Jadi engkau berasal dari Yunus yang baik anak dari Matta," kata Rasulullah. Mendengar perkataan itu, Addas langsung kaget. Dia segera bertanya, " Bagaimana Anda bisa mengenal anak dari Matta?" " Beliau adalah utusan Allah, begitu juga aku," kata Rasulullah. Addas kemudian membungkuk dan mencium tangan Rasulullah. Kejadian itu membuat si pemilik kebun heran. " Lihat, orang ini telah mempengaruhi pelayan kami," ucap salah satu dari mereka. Beberapa saat kemudian, mereka menoleh ke Addas dan berkata, " Sungguh tak tahu malu." Addas langsung menjawab ucapan majikannya. " Tuan, tidak ada satu orang pun di muka bumi ini yang melebihi kebesaran beliau. Ia telah mengatakan sesuatu yang tidak mungkin dikatakan oleh orang biasa, kecuali seorang Nabi."

Thursday, January 23, 2014

Cerita : Imam Mahdi

Kemunculan Imam Mahdi

Sebahagian orang Islam menganggap bahwa Imam Mahdi itu adalah mitos, ia bukan dari ajaran Islam tapi bagian dari cerita rakyat. Akan tetapi kalau kita mereferensi pada hadist-hadist Baginda Rasulullah saw, maka kita dapati bahwa Imam Mahdi adalah tokoh nyata yang Allah sudah sebutkan hampir 1500 tahun yang lalu melalui lidah Nabi Muhammad saw. Rasulullah saw bersabda:

“Allah akan mengeluarkan dari persembunyiannya Al Mahdi (yaitu) dari kalangan kaum keluargaku sejurus sebelum hari kiamat walaupun kiamat itu hanya tinggal sehari saja. …. (HR Imam Ahmad)

Hadist di atas bukan bermaksud bahwa bila Imam Mahdi sudah Zahir, maka kiamat akan segera datang. Akan tetapi Baginda Rasulullah saw memberitahukan kepada kita umatnya, bahwa dunia ini tidak akan Allah kiamatkan sebelum Al Mahdi zahir ke dunia ini. Artinya Imam Mahdi wajib atau pasti Allah zahirkan sebelum seluruh alam raya ini Allah hancurkan.

Siapakah nama Imam Mahdi itu?

Rasulullah saw sudah sebutkan di dalam sebuah hadist bahwa Imam Mahdi itu adalah seorang lelaki yang mempunyai nama yang sama dengan nama Baginda Rasulullah saw, yaitu Muhammad. Dan nama ayah Imam Mahdi itu seperti nama   ayahnya, yaitu Abdullah. Jadi nama lengkap dari Imam Mahdi itu adalah “Muhammad bin Abdullah”. Rasulullah saw bersabda:

“Seandainya tidak tinggal bagi dunia ini melainkan sehari saja, niscaya akan dipanjangkan oleh Allah hari itu sehingga dibangkitkan padanya seorang lelaki dari umatku atau ahli keluargaku, yang sama namanya seperti namaku dan nama ayahnya seperti nama ayahku” (At-Tarmizi)

Imam Mahdi adalah orang yang telah Allah janjikan, karena disebut dalam hadist, sehingga Allah akan jaga garis keturunannya, sebagaimana Allah menjaga garis keturunan Baginda Rasulullah saw. Imam Mahdi adalah keturunan   orang-orang mulia seperti Rasulullah saw dan Sayyidina Fatimah ra. Rasulullah bersabda:

“Al Mahdi itu adalah salah seorang dari kaum keluargaku, Ahlul-bait” (Ibnu Majah)

“Al Mahdi adalah dari keturunanku, dari anak cucu Fatimah”. (Abu Daud, Ibnu Majah)

Ciri Fizikal Imam Mahdi 
Imam Mahdi mempunyai ciri-ciri fisik yaitu, kulit dan bentuk tubuhnya seperti orang arab dan di pipi kanannya ada tahi lalat. Gigi seri Imam Mahdi mempunyai jarak, dahinya lebar dan hidungnya mancung. Rasulullah saw bersabda:

“Kulit Al Mahdi adalah seperti kulit orang arab, bentuk tubuhnya seperti bentuk tubuh orang Bani Israil, pipi kanannya terdapat tahi lalat dan kekhalifahannya diredhai oleh penduduk bumi, penduduk langit dan burung-burung di angkasa”. (Abu Nuaim & At Tabrani)

“Sungguh Allah akan melahirkan seorang lelaki dari keturunanku, yang (antara sifat utamanya ialah) giginya mempunyai jarak, dahinya lebar, keadilannya sangat meliputi seluruh alam ….” (Abu Nuaim)

“Al Mahdi adalah dari keturunanku, dahinya luas, hidungnya mancung. Dia memenuhkan bumi ini dengan keadilan…..(Abu Daud & Al Hakim)

Cap Kenabian pada Bahu

Dari keterangan Sahabat bahwa di tengah-tengah dua belikat Imam Mahdi terdapat tanda atau cap kenabian. Hal ini mirip dengan tanda yang ada pada Baginda Rasulullah saw. Orang Nasrani dan Yahudi di waktu itu akan membuktikan orang yang bernama Muhammad saw dengan melihat tanda ini.

Cap kenabian itu besarnya seperti telur burung merpati, tulisannya jelas dan berwarna hitam. Bentuk tulisan itu menonjol keluar, bukan seperti tato yang cekung ke dalam. Cap kenabian ini bukan dibuat manusia dan tidak akan hilang.   Di sekeliling cap kenabian itu ada bulu halus yang mengelilinginya. Sehingga tanda ini tidak akan ada yang bisa menirunya, hanya Baginda Rasulullah saw dan Imam Mahdi saja yang Allah beri keistimewaan mempuyai cap kenabian di antara dua belikat, di belakang badan mereka. (Cap kenabian pada Imam Mahdi bukan menandakan dia seorang nabi seperti Nabi Muhammad saw, tetapi tanda dari Allah untuk menentukan bahwa dialah Imam Mahdi-red).

Imam Mahdi ketika “zahir” wajahnya berseri-seri sehingga menggembirakan siapa saja yang melihatnya. Dan kitika “zahir” nanti usianya 40 tahun. Rasulullah   saw bersabda:

“Al Mahdi adalah dari anakku, dia berusia 40 tahun. Wajahnya bagaikan bintang yang gemerlapan, pipi kanannya terdapat tahi lalat, kulitnya kemerah-merahan seolah-olah dia adalah keturunan Bani Israil, dia akan mengelurkan harta karun dan akan menundukkan kota-kota maksiat”. (Abu Nuaim)

Keturunan Suku Quraisy 
Imam Mahdi berasal dari suku Quraisy, karena semua khalifah berasal dari suku Quraisy. Dan Baginda Rasulullah saw sebutkan akan ada 12 khalifah sepeninggalnya nanti. Dan para ulama sudah mencatat ke 12 khalifah itu yaitu: 1. Khalifah Abu Bakar As-Siddiq ra, 2. Umar bin al Khattab ra, 3. Khalifah Ustman bin Affan ra, 4. Khalifah Ali bin Abi Talib kmw, 5. Sayyidina Hasan bin Ali ra, 6. Sayyidina Muawiyah bin Abu Sofyan, 7. Sayyidina Abdullah bin az Zubair ra, 8. Khalifah Umar bin Abdul Aziz, 9. Sultan Muhammad Al Fateh, 10.Syuaib bin Shaleh At-Tamimi, 11.Imam Mahdi, Muhammad bin Abdullah, 12. Al Qahtani. Rasulullah saw bersabda:

“Agama ini akan terus berkuasa sehingga naik memerintah kamu sebanyak 12 orang Amir (Khalifah), dan setiap manusia amat mencintai setiap mereka itu. “Kemudian aku mendengar Nabi saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak seberapa jelas lalu aku bertanya kepada bapakku, “Apa yang Baginda sebutkan?”   Jawabnya,”Mereka semua adalah dari kaum Quraisy”. (Abu Daud)

Al Mahdi al Muntazar, Imam yang kita tunggu-tunggu itu adalah pemimpin kebangkitan Islam di akhir zaman. Di tangannya dunia dan seluruh alam akan makmur, aman dan damai. Dialah pemimpin yang akan mengembalikan sistem dunia yang karut-marut, kepada sistem Islam yang selamat menyelamatkan. Berbahagialah orang yang hidup di zamannya dan berjuang bersamanya.*** Wallahu A'lam.

Kedatangan Nabi Isa dan Imam Mahdi, Khazanah Trans7

Friday, December 27, 2013

Cerita : Al Masih Ad Dajjal

FITNAH AD-DAJJAL AL MASIH
Sabda Rasulullah s.a.w : “Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit  supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak mengakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka rusak dan mati.

“Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun tumbuh subur.

“Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.
Dalam hadis yang lain, “di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya, Dajjal itu lewat di satu tempat kemudian mereka mendustakannya (tidak beriman kepadanya), maka disebabkan mereka mendustakannya tanam-tanaman mereka tidak tumbuh dan hujan pun tidak turun di daerah mereka. Kemudian dia melewati di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya, disebabkan mereka beriman kepadanya maka Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanaman mereka menjadi subur.”


Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, yaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w ada bersabda: “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu.
Itulah yang dikatakan hari pembersihan. 
Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.” 

Diriwayatkan oleh Ahmad, hadis yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan: “Pernah satu hari Rasulullah s.a.w masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat saya menangis beliau bertanya: “Mengapa menangis?” Saya menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka saya takut mendengarnya.” Rasulullah s.a.w berkata: “Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat.”

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa.” Ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami solat lima waktu juga?” Rasulullah s.a.w menjawab: ”Ukurlah berapa jarak solat yang lima waktu itu.” Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan. Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia: “Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” Mereka semua menjawab: “Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.

Menurut riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda: “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seperti Urwah bin Mas’ud dan kemudian membunuh Dajjal itu.”

Dan menurut ceritanya setelah munculnya Dajjal hampir semua penduduk dunia menjadi kafir, yakni beriman kepada Dajjal. Menurut ceritanya orang yang tetap dalam iman hanya tinggal 12,000 lelaki dan 7,000 kaum wanita.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:”Hari Kiamat tidak akan datang hingga 30 Dajal (pendusta) muncul, mereka semua berdusta tentang Allah dan Rasul-Nya.”

“Jika salah seorang diantara kamu telah selesai bacaan tasyahhud akhirnya, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat pekara. Hendaknya ia berkata : ‘Ya Allah, aku memohon perlindungan pada Mu dari siksa Neraka Jahannam, adzab kubur, fitnah (cobaan) hidup dan mati serta  dari keburukan fitnah Dajjal.”

Wallohu'alam..

Video Tanda Kemunculan Dajjal Sudah Terjadi - KhazanahTrans7