Showing posts with label Aqidah Akhlaq. Show all posts
Showing posts with label Aqidah Akhlaq. Show all posts

Saturday, February 5, 2022

Ayat-ayat Mengalirkan Karakter


 Mengalirkan Karakter Berkarya dan Pengabdian

1.    Berkarya

وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". Qs. At taubah : 105

2.    Pengabdian

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّى وَضَعْتُهَآ أُنثَىٰ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ ٱلذَّكَرُ كَٱلْأُنثَىٰ ۖ وَإِنِّى سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّىٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

(Ingatlah), ketika istri Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat (di Baitulmakdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".Qs Ali Imran : 36


dikutip dari kitab mengalirkan karakter

Hadits-hadits Mengalirkan Karakter (3)

Karakter Sehat dan Bermanfaat

1.   Sehat

Shahih Ibnu Hibban 671: Makhul di Beirut, Ibnu Salm dan Ibnu Qutaibah mengabarkan kepada kami, mereka berkata, Abdullah bin Hani' bin Abdurrahman bin Abu Ablah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ayahku menceritakan kepada kami, ia berkata, Ayahku menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibrahim bin Abu Ablah menceritakan kepada kami dari Unimu Ad-Darda', dari Abu Ad-Darda', ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَصْبَحَ مُعَافًى فِي بَدَنِهِ، آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا‏.‏

 Barang siapa yang memasuki pagi hari dalam keadaan sehat badannya, aman dirinya, —danmemiliki panganan untuk harinya, maka seolah-olah dunia telah diberikan kepadanya:

2.    Bermanfaat

 Shahih Muslim 4816: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ibnu Numair mereka berdua berkata: telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Idris dari Rabi'ah bin 'Utsman dari Muhammad bin Yahya bin Habban dari Al A'raj dari Abu Hurairah dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

'Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta 'ala daripada orang mukmin yang lemah. Pada masing-masing memang terdapat kebaikan. Capailah dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah. Apabila kamu tertimpa suatu kemalangan, maka janganlah kamu mengatakan: 'Seandainya tadi saya berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan begitu'. Tetapi katakanlah: 'lni sudah takdir Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan dilaksanakan-Nya. Karena sesungguhnya ungkapan kata 'law' (seandainya) akan membukakan jalan bagi godaan syetan.'"

Musnad Ahmad 1642: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dan Ya'La, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Hajjaj yaitu Ibnu Dinar Al Wasithi, dari Syua'ib bin Khalid dari Husain bin Ali berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ قِلَّةَ الْكَلَامِ فِيمَا لَا يَعْنِيهِ

"Sesungguhnya diantara tanda baiknya keIslaman seseorang adalah sedikit berkata dalam hal yang tidak berguna baginya."

Shahih Bukhari 974: Telah menceritakan kepada kami Muhammad -yaitu Ibnu Muqatil Abu Al Hasan Al Marwazi- berkata: telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah berkata: telah mengabarkan kepada kami 'Ubaidullah dari Nafi' dari Al Qasim bin Muhammad dari 'Aisyah, bahwa

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat hujan, maka beliau berdoa: ALLAHUMMA SHAYYIBAAN NAAFI'AN (Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat).


dikutip dari kitab mengalirkan karaktar

Hadits-hadits Mengalirkan Karakter (2)


Mengalirkan Karakter Mandiri

Al Qayyuum (Yang Maha Mandiri),


Musnad Ahmad 19441: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata: Aku mendengar Ali bin Zaid menceritakan dari Zurarah bin `Aufa dari seseorang dari kaumnya, ada yang menyebutnya Malik atau Ibnu Malik menceritakan dari Rasulullah Shallalahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

أَيُّمَا مُسْلِمٍ ضَمَّ يَتِيمًا بَيْنَ أَبَوَيْنِ مُسْلِمَيْنِ إِلَى طَعَامِهِ وَشَرَابِهِ حَتَّى يَسْتَغْنِيَ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ الْبَتَّةَ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ أَعْتَقَ رَقَبَةً أَوْ رَجُلًا مُسْلِمًا كَانَتْ فِكَاكَهُ مِنْ النَّارِ وَمَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فَدَخَلَ النَّارَ فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ

 "Siapa saja seorang muslim yang menjamin makan dan minum anak yatim karena ditinggal orang tuanya yang muslim, hingga ia mandiri, maka wajib baginya surga. Dan siapa saja dari orang muslim yang memerdekakan budak atau membebaskan seorang muslim, maka ia terbebas dari Neraka, dan barangsiapa mendapatkan kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya masuk Neraka maka Allah telah menjauhkannya."

 

Sunan Nasa'i 2525: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ الْمِسْكِينُ بِهَذَا الطَّوَّافِ الَّذِي يَطُوفُ عَلَى النَّاسِ تَرُدُّهُ اللُّقْمَةُ وَاللُّقْمَتَانِ وَالتَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ قَالُوا فَمَا الْمِسْكِينُ قَالُوا الَّذِي لَا يَجِدُ غِنًى يُغْنِيهِ وَلَا يُفْطَنُ لَهُ فَيُتَصَدَّقَ عَلَيْهِ وَلَا يَقُومُ فَيَسْأَلَ النَّاسَ

"Bukanlah seorang yang miskin itu yang mengelilingi manusia lalu meminta-minta dan dia mendapatkan sepotong atau dua potong roti, sebutir atau dua butir korma." Para shahabat bertanya: 'ya Rasulullah lalu siapakah yang disebut miskin itu? Beliau bersabda: "Dia adalah orang yang tidak mendapatkan kekayaan untuk mencukupi dirinya dan orang-orang tidak memahami kebutuhannya lalu memberinya sedekah, dan dia tidak bisa mandiri sehingga meminta-minta manusia."


Mandiri dalam  Sikap

 

Shahih Ibnu Hibban 385: Abu Yala mengabarkan kepada kami, Abu Ar-RabiAz- Zahrani menceritakan kepada kami, Ibnu Mubarak menceritakan kepada kami, dariUtbah bin Abi108 Hakim, ia berkata, ‘Amar bin Jariyah Al Lakhmiy menceritakan kepadaku, Abu Umayyah Asy- Syabani menceritakan kepada kami, ia berkata, aku mendatangi Abu Tsalabah Al Khasyani, lalu aku bertanya: Wahai Abu Tsalabah, bagaimana kamu membaca (memahami) ayat ini: “Tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.” (Qs. Al Maa'idah 5: 105) ? Ia menjawab: Demi Allah, sungguh kamu telah bertanya tentangnya dengan sangat teliti. Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang ayat itu, beliau menjawab: “Justru,saling memerintahkanlah kamu sekalian dengan perbuatan baik, dan saling mencegahlah dari perbuatan munkar. Sehingga apabila kamu melihat orang yang bakhil ditaati, hawa nafsu diikuti, dunia yang diutamakan, dan ketakjuban setiap yang memiliki pendapat dengan pendapatnya. Maka tetaplah pada kemandirian diri sendiri. Tinggalkanlah perkara orang awam. Sebab sesungguhnya di balik kalian itu terdapat hari-hari (kesabaran yang berpahala). Sabar- tetap pada pendirian- pada hari-hari tersebut bagaikan memegang bara api. Orang yang beramal pada hari itu mendapatkan pahala seperti pahala lima puluh orang yang mengerjakan amalan yang serupa. Ibnu Mubarak berkata, “Dan ditambahkan kepadaku: Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, apakah pahala lima puluh orang dari mereka ? beliau menjawab, “Lima puluh orang dari kalian“109


dikutif dari kitab mengalirkan karakter

Sunday, August 23, 2020

Rukun Islam; Syahadatain (1)

 

RUKUN ISLAM PERTAMA:

MENGUCAPKAN DUA KALIMAT SYAHADAT

Firman Alloh SWT dalam surat Muhammad/47 ayat 49:

فاعلم انه لا اله الا الله واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات

Berkaitan dengan dua kalimat syahadat, dengan memahami tujuh macam hal di bawah ini siapapun Insya Allah dapat mencapai ma’rifat  dalam Ilmu Tauhid karena perintah Allah dalam Qs. 47:19 yang berbunyi فاعلم انه لا اله الا الله itu meliputi sekurang kurangnya pada ketujuh hal berikut:

1.     Apa itu Syahadatain?

2.     Apa fungsinya dan kedudukannya?

3.     Berapa syarat sahnya?

4.     Berapa rukunnya?

5.     Berapa dan apa saja pembatalnya?

6.     Apa saja konsekuensinya?

7.     Kesimpulan

1. Apa itu Syahadatain?

Dua kalimah syahadat itu ialah

اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله

a.     Artinya (secara Syahadat Syar’an) : Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Alloh dan Aku Bersaksi Bahwa Nabi Muhammad itu adalah utusan Alloh.

b.     Adapun maknanya secara Munjin ialah : Aku bersaksi dengan Ma’rifat dan Tashdiq disertai pengakuan dan penerimaan bahwa, tidak ada ilah yang haq diibadahi, ditaati perintahnya dan dijauhi larangannya kecuali Alloh dan aku bersaksi dengan Ma’rifat dan Tashdiq disertai pengakuan dan penerimaan, bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alloh.

2. Apa fungsinya dan kedudukannya?

Fungsinya adalah

مَدْخَلٌ اِلَى الْاِسْلَامِ فِى الدُنْيَا وَمِفْتَاحُ الْجَنَّةِ فِى الاَخِرَةِ

Kunci masuk Islam di dunia dan kunci masuk surga di akhirat (Qs 10:25-26)

Sedangkan kedudukannya ialah sebagai aqidah / عقيدة الاسلام Seseorang tidak boleh dikatakan muslim kalau belum mengucapkan dua kalimat syahadat dengan kalimat yang asli dan siapapun mustahil masuk surga kalau tidak beraqidah dengannya.

3. Berapa syarat sahnya?

Syarat adalah مَاوَجَبَ وَاسْتَمَرَ syarat ialah sesuatu yang wajib dan tetap. Maksudnya sejumlah syarat yang ditetapkan harus terpenuhi semuanya dan apabila hilang salah satu saja, maka hilanglah yang disyarati (batal syahadatnya). Dalam masalah ini, maka batallah syahadat munjinnya, bahkan mungkin batal pula keislamannya.

Dalam hal ini pula ada sedikit perbedaan pendapat ulama ahli tauhid yaitu :

·        Orang yang batal syahadat Munjinya, berarti batal hingga keislamannya apabila batal tersebut karena hilangnya syarat dimaksud.

·        Orang yang batal syahadat munjinnya tidak batal keislamannya dia hanya turun kembali kepada derajat golongan syahadat syar’an. Masalah ini lihat pada Bab pembatal nanti.

 Secara ringkasnya syarat sah syahadatain itu ada tiga :

1.     معرفة Ma’rifah (Perhatikan Qa’idahnya)

Padanya terkandung ilmu tentangnya, yakin dengannya dan ikhlas menerimanya.

2.     التَصْدِيْق  Tashdiq / membenarkan yang disertai (Qs 2:177),

اِدِّ عًا وَقَبُوْلًا وَمَحَبَّة .3  Pengakuan, penerimaan dan mahabbah (Qs 2 : 165).

4. Berapa Rukunnya?

Rukun ialah مَاوَجَبَ وَانْقَطَعَ  artinya perkara yang wajib tetapi boleh terputus.

Rukun syahadatain itu ada 2, keduanya itu berada pada kalimat لا اله الا الله  itu sendiri, yaitu 1). نَفِيَا  (kata لا ) yang berarti نَفيُ الْإ لَهِ مِنْ غَيْرِ اللهِ  yakni meniadakan sesembahan apapun dan siapapun selain Allah. Dan 2). اِثْباَتَا menetapkan bahwa sesembahan / tuhan itu ialah hanya Allah (dengan yakin 100%) dan tidak ada sedikitpun persentase keyakinan itu bagi yang lain.

untuk point 5,6dan7 kita lanjut pada pembahasan berikutnya...

Friday, August 21, 2020

Kegiatan Ubudiyah SMP Islam Amanah Bangsa

 

JUNIOR HIGH SCHOOL


Kegiatan Ubudiyah / Pembiasaan Karakter Islam
Tahun Pelajaran 2015/2016

Pagi Hari

Dalam kegiatan pembiasaan karakter Islam yang harus diperhatikan oleh para pendidik (Mr. and Miss.) adalah sebagai berikut;

-       Guru piket berada di depan pintu gerbang untuk menyambut kedatangan siswa

-       Guru Wali Kelas berada di depan pintu kelas untuk menyambut kedatangan siswa dan mengarahkan siswa ke Mushollah (Siswi yang berhalangan tetap tinggal di dalam kelas ditemani Guru Wali Kelas)

-       Guru Koordinator Islam berada di Mushollah untuk menyambut kedatangan siswa

-       Menyambut siswa dengan metode 4 S, yaitu Senyum, Sapa, Salam dan Salaman (Mr. bersalaman dengan siswa laki-laki saja dan Miss. Bersalaman dengan siswa perempuan saja)

-       Setelah Siswa masuk Mushollah, Guru membimbing siswa untuk Sholat Dhuha, dan memperhatikan Wudhu Siswa

-       Setelah Sholat Dhuha, Guru atau Siswa yang bertugas memimpin do’a Dhuha dan Ikrar

-       Sebelum pelajaran dimulai, Guru Jam Pertama atau ketua kelas memimpin do’a dengan membaca do’a belajar

 

Siang Hari

-       Guru Jam Pelajaran Siang (Jam ke-5), menutup dengan membaca Hamdallah dan membimbing Siswa menuju Mushollah untuk menunaikan sholat Dzuhur (Siswi yang berhalangan tetap tinggal di dalam kelas ditemani Guru Wali Kelas)

-       Setelah Sholat Dzuhur, Guru atau Siswa yang bertugas memimpin dzikir dan do’a ba’da Sholat (dilanjutkan tausyiah dari Siswa)

-       Siswa dan Guru makan siang bersama di ruang serba guna dibimbing Guru Wali Kelas dan Guru Koordinator Islam

 

Catatan Tambahan;

-      Guru, Siswa dan Tenaga Kependidikan diharuskan mengucapkan salam jika berpapasan, khususnya dilingkungan Sekolah

-      Guru, Siswa dan Tenaga Kependidikan diharuskan saling mengingatkan dalam kebaikan (hindarkan kata-kata “jangan”)

-      Guru, Siswa dan Tenaga Kependidikan diharuskan biasa beristighfar ketika melakukan kesalahan

-      Guru wajib memulai KBM dengan mengucapkan basmallah dan mengakhiri KBM dengan mengucapkan Hamdallah

-      KBM diakhiri dengan sholat Ashar berjama’ah di Mushollah

-      Setiap kegiatan disertai dengan kartu / buku monitoring (kartu monitoring tahfidz, kartu monitoring tahsin dan buku kedisiplinan siswa)

-      Setiap siswa berhak mendapatkan sertifikat tahfidz dengan syarat mengikuti ujian sertifikasi yang diselenggarakan sekolah

-      Setiap siswa berhak mendapatkan sertifikat khotam Qur’an setiap kali khotam Qur’an atas pengajuan dari guru tahsin

-      Khusus hari jum’at para siswi melaksanakan kegiatan keputrian dipandu oleh Wali Kelas (nasyid akhwat, nonton bareng, sharing, games, mentoring, curhat, dan life skill è setiap siswi diberikan buku monitoring ibadah harian)

-      Pembiasaan Karakter Islam beruswah pada tokoh-tokoh Muslim Hebat